Pilih Kategori Artikel

Kelihatan Enak, 10 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari untuk Catering Pernikahan
Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Tidak ingin, kan, pesta pernikahan yang seharusnya meninggalkan kesan mendalam dan penuh dengan kebahagiaan malah menjadi malapetaka gara-gara makanan? Kamu mungkin pernah mendengar ada beberapa orang yang mengalami keracunan makanan karena hidangan yang disajikan kurang higienis atau bahan yang dipilih kurang pas pada pesta pernikahan yang membuatnya meninggalkan kesan buruk.

Hal ini tentu sebisa mungkin tidak boleh terjadi. Salah satu langkah pencegahan yang bisa diambil adalah dengan menghindari beberapa jenis sajian catering pernikahan yang berisiko menimbulkan masalah pencernaan pada tamu. Berikut ini daftar dari hidangan yang sebaiknya dihindari untuk kamu pertimbangkan. Simak selengkapnya, yuk!

1. Makanan super pedas

Makanan dengan tingkat kepedasan tinggi seperti sambal setan, ayam geprek level 10, atau rica-rica super pedas sebaiknya dihindari karena tidak semua tamu memiliki toleransi terhadap cabai. Di acara pernikahan, tamu berasal dari berbagai usia dan kondisi kesehatan, termasuk anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah lambung. Makanan super pedas bisa menyebabkan sakit perut mendadak, diare, atau mulas saat acara berlangsung yang tentu membuat tamu tidak nyaman dan ingin buru-buru pulang. Selain itu, rasa pedas yang ekstrem cenderung menutupi rasa asli makanan sehingga tidak semua orang bisa menikmatinya. Lebih aman menyajikan makanan dengan rasa gurih atau pedas ringan, lalu menyediakan sambal terpisah bagi tamu yang ingin menambah rasa pedas sendiri.

2. Makanan dengan bahan yang akan mengganggu pencernaan

Contoh makanan ini adalah makanan yang terlalu berminyak, terlalu berlemak, atau bersantan kental dalam jumlah besar, misalnya gulai super kental, rendang yang berminyak berlebihan, atau makanan deep fried yang sangat greasy. Jenis makanan ini bisa memicu mual, kembung, dan diare jika disantap dalam kondisi perut kosong atau oleh tamu yang sensitif. 

Dalam acara pernikahan, tamu biasanya makan sambil berdiri atau dalam porsi besar sehingga risiko gangguan pencernaan akan semakin tinggi. Selain itu, makanan yang terlalu berat juga membuat para tamu cepat merasa enek dan tidak ingin menambah menu lain. Idealnya, menu pernikahan sebaiknya dibuat seimbang antara protein, karbohidrat, dan sayur dengan olahan yang tidak terlalu berat di perut.

3. Makanan yang cepat basi atau tidak tahan suhu ruang

Makanan berbahan dasar santan segar tanpa pengawet, seafood mentah, mayones homemade, susu segar, atau dessert berbahan krim yang harus selalu dingin perlu disajikan dengan hati-hati. Di acara pernikahan, makanan bisa saja berada di meja buffet selama beberapa jam. Jika sistem pendinginan kurang maksimal, risiko basi atau terkontaminasi bakteri menjadi tinggi. 

Makanan yang cepat basi akan menyebabkan keracunan massal yang dampaknya sangat serius bagi reputasi pengantin maupun vendor catering. Selain itu, makanan yang sudah berubah aroma atau tekstur akan langsung menurunkan kesan kualitas acara. Oleh karena itu, lebih aman untuk memilih menu yang stabil di suhu ruang atau dipanaskan dalam chafing dish.

4. Makanan dengan bau menyengat

Makanan seperti durian, jengkol, petai, atau ikan asin dengan aroma tajam sebaiknya dihindari karena aroma makanan-makanan ini bisa mengganggu suasana, belum lagi jika bercampur dengan wangi dekorasi serta parfum tamu. Bau yang terlalu kuat juga bisa menempel di ruangan indoor, tirai, dan pakaian tamu. Selain itu, makanan beraroma tajam juga bisa memicu rasa tidak nyaman bagi tamu yang sensitif terhadap bau, bahkan bisa menyebabkan mual. Pernikahan adalah acara formal dan elegan sehingga menu sebaiknya memiliki aroma yang netral atau menggugah selera dengan lembut, bukan yang menguasai seluruh ruangan.

5. Makanan yang ribet untuk dimakan

Makanan yang sulit untuk dimakan sebaiknya juga dihindari. Contohnya adalah makanan bertulang banyak seperti ikan bandeng yang tidak deboning, ayam utuh dengan tulang kecil, atau makanan yang harus dikupas seperti kepiting dan udang besar. Di acara pernikahan, tamu biasanya makan dengan cepat dan tidak ingin repot membersihkan tangan atau memilah tulang. 

Makanan seperti ini meningkatkan risiko tersedak dan membuat pengalaman makan menjadi tidak praktis. Selain itu, sisa tulang atau cangkang yang berserakan di meja juga mengurangi kesan rapi dan elegan. Menu pernikahan sebaiknya mudah disendok atau ditusuk, tidak membutuhkan teknik khusus untuk memakannya.

6. Makanan pemicu alergi

Bahan seperti kacang tanah, udang, kerang, susu, dan telur mentah adalah alergen umum bagi banyak orang. Jika digunakan secara dominan dalam menu, ada risiko tamu mengalami reaksi alergi seperti gatal-gatal, sesak napas, atau mual. Kamu mungkin tidak mengetahui kondisi kesehatan semua tamu sehingga menyajikan makanan yang sangat spesifik atau penuh alergen tanpa alternatif menu bisa menjadi masalah. 

Idealnya, menu utama sebaiknya bersifat netral dan disertai pilihan yang lebih aman, misalnya ayam panggang, daging tumis ringan, atau sayur tanpa kacang sehingga tamu dengan alergi masih bisa makan dengan tenang.

7. Makanan dengan rasa yang tidak umum

wm_article_img
Foto: Pexels/Leeloo The First

Menyajikan makanan unik untuk variasi dan memberikan pengalaman baru sebenarnya tidak masalah. Namun, sebaiknya hindari makanan dengan rasa terlalu asam, pahit, atau fermentasi kuat seperti kimchi super asam, natto, atau hidangan eksperimental yang tidak familiar bagi kebanyakan tamu. Pernikahan bukan waktu yang ideal untuk bereksperimen dengan menu unik yang belum tentu disukai semua orang. 

Jika banyak tamu yang tidak cocok dengan rasanya, makanan akan tersisa banyak dan dianggap tidak enak meskipun mungkin sebenarnya termasuk hidangan mewah. Menu pernikahan sebaiknya memiliki rasa yang aman, yaitu gurih, sedikit manis, dan familier di lidah mayoritas tamu.

8. Minuman yang terlalu manis atau dingin ekstrem

Minuman seperti sirup pekat yang berlebihan, es dengan gula tinggi, atau minuman dingin ekstrem bisa memicu batuk, sakit tenggorokan, dan rasa enek. Tamu biasanya minum sambil makan berat. Minuman yang terlalu manis akan membuat mereka justru cepat haus dan tidak menyegarkan. Selain itu, bagi lansia atau anak-anak, minuman es yang ekstrem bisa menyebabkan perasaan tidak nyaman di tenggorokan. Pilihan minuman sebaiknya seimbang, seperti infused water, teh tawar hangat, atau jus ringan tanpa gula berlebihan.

9. Makanan mentah atau setengah matang

Makanan mentah seperti sashimi, steak rare, telur setengah matang, atau dessert dengan telur mentah memiliki risiko bakteri seperti salmonella atau listeria jika penanganannya tidak dilakukan dengan sangat steril. Dalam acara besar seperti pernikahan, kebersihan makanan memiliki tantangannya sendiri karena makanan diproduksi dalam jumlah besar dan disajikan dalam waktu yang lama. Jika terjadi kontaminasi, dampaknya bisa massal. Oleh karena itu, menu pernikahan sebaiknya dipilih yang benar-benar matang dan aman dikonsumsi oleh semua kalangan.

10. Makanan yang terlalu berat atau mengenyangkan

Mungkin memang perlu menyajikan makanan berat sebagai menu utama. Namun, menu yang padat seperti nasi kebuli dengan lauk bersantan tebal dan gorengan banyak sekaligus sebaiknya dihindari. Makanan yang terlalu berat akan membuat tamu cepat mengantuk, malas bergerak, dan tidak menikmati rangkaian acara. Selain itu, rasa kenyang berlebihan bisa memicu mual, apalagi jika tamu harus berdiri lama. Menu sebaiknya dirancang seimbang, cukup mengenyangkan, tapi tetap ringan dan nyaman di perut.

Tips menyusun menu yang aman untuk semua tamu

wm_article_img
Foto: Pexels/ Mad Knoxx Deluxe

Agar semakin yakin bahwa menu catering pernikahan yang kamu hidangkan aman dan disukai semua tamu, kamu bisa mempertimbangkan untuk melakukan beberapa tips berikut ini.

1. Pilih makanan dengan rasa yang netral dan familier untuk semua tamu

Dalam acara pernikahan, tamu berasal dari latar belakang usia, kebiasaan makan, dan selera yang sangat beragam. Jadi, sebaiknya pilih menu yang rasanya tidak terlalu ekstrem, tidak terlalu pedas, tidak terlalu asam, dan tidak terlalu berbumbu tajam. Rasa gurih, sedikit manis, dan seimbang biasanya paling mudah diterima semua kalangan. Kamu bisa meyajikan makanan seperti ayam panggang bumbu kecap, daging semur, atau tumisan sayur ringan. Menu yang terlalu unik atau eksperimental berisiko tidak dimakan oleh banyak tamu dan akhirnya terbuang sia-sia. Prinsipnya, pernikahan bukan tempat untuk “uji coba menu baru”, tapi tempat menjamu tamu dengan makanan yang aman dan disukai banyak orang.

2. Utamakan makanan yang matang sempurna dan higienis

Menu sebaiknya berasal dari bahan yang dimasak hingga benar-benar matang, khususnya untuk bahan seperti daging, ayam, telur, dan seafood. Makanan setengah matang atau mentah memang terlihat modern dan estetik, tetapi sangat berisiko jika disajikan dalam jumlah besar dan dalam waktu lama. Di acara pernikahan, makanan bisa berada di meja buffet selama berjam-jam sehingga potensi bakteri berkembang lebih tinggi. Dengan memilih menu yang matang sempurna, risiko keracunan makanan bisa dikurangi. Selain itu, makanan matang juga lebih stabil dari segi rasa dan tekstur meski disajikan lama.

3. Hindari makanan pemicu alergi atau sediakan alternatifnya

Banyak tamu memiliki alergi terhadap bahan tertentu seperti kacang, seafood, susu, atau telur. Jika menu utama didominasi bahan ini, sebagian tamu bisa kesulitan makan atau bahkan berisiko mengalami reaksi alergi. Untuk mencegahnya, susun menu dengan bahan yang relatif aman seperti ayam, daging sapi, tahu, tempe, dan sayuran. Jika ingin menyajikan seafood atau makanan yang berbasis kacang, pastikan tidak menjadikannya satu-satunya pilihan lauk. Dengan menyediakan alternatif lauk yang netral, tamu dengan alergi tetap bisa makan dengan nyaman tanpa harus bertanya atau khawatir.

4. Perhatikan ketahanan makanan

Makanan pernikahan biasanya disajikan dalam kurun waktu yang lama sehingga ketahanan di suhu ruang menjadi faktor penting. Hindari menu berbahan krim segar, mayones homemade, atau santan mentah yang mudah basi. Pilih menu yang bisa tetap hangat dalam chafing dish dan memiliki tekstur yang tetap stabil, seperti semur, tumisan, atau saus berbasis kecap dan lada. Selain soal rasa, makanan pernikahan juga soal keamanan kesehatan tamu. Menu yang tahan lama akan tetap enak dan aman dari awal hingga akhir acara.

5. Sediakan untuk tamu berkebutuhan khusus

Jika memungkinkan, siapkan minimal satu menu yang ramah untuk vegetarian atau tamu yang sedang diet tertentu, misalnya tumis sayur, capcay, atau tahu-tempe dengan bumbu ringan. Sajian ini menunjukkan kepedulian pada keberagaman tamu dan membuat semua orang merasa diperhatikan. Menu seperti ini juga bisa menjadi penyeimbang dari lauk daging yang berat. Dengan adanya pilihan nondaging atau makanan rendah lemak, tamu yang sedang menjaga kesehatan tetap bisa menikmati hidangan tanpa merasa terpaksa melanggar pantangan mereka.

6. Sesuaikan menu dengan waktu acara

Jika acara berlangsung pagi atau siang hari, pilih menu yang lebih ringan dan tidak terlalu berminyak, seperti ayam goreng lengkuas, sup bening, atau tumisan sayur. Jika acara digelar pada malam hari, menu boleh sedikit lebih “berat” tetapi tetap seimbang agar tidak membuat tamu merasa terlalu kenyang atau mengantuk. Penyesuaian waktu ini penting karena kondisi perut tamu berbeda-beda dan makanan yang cocok untuk malam hari belum tentu nyaman untuk pagi hari.

7. Lakukan food tasting sebelum hari-H

Food tasting bukan hanya dilakukan untuk menilai rasa, tetapi juga untuk melihat apakah menu terasa terlalu pedas, terlalu berminyak, atau terlalu berat jika dimakan bersama menu lain. Cobalah makan seperti tamu, misalnya satu piring penuh dengan semua lauk yang direncanakan. Dari situ akan terasa apakah kombinasi menunya nyaman atau justru bikin enek. Simulasi ini membantu menyempurnakan menu agar benar-benar aman dan menyenangkan untuk semua tamu.

Kadangkala, makanan adalah salah satu alasan para tamu antusias datang ke acara pernikahan. Makanya, sebaiknya hidangkan makanan yang lezat dan aman untuk catering pernikahan agar tidak mengecewakan mereka. Kamu juga bisa mendapatkan menu-menu yang aman dan enak dengan memilih catering berpengalaman yang terpercaya. Daftar vendornya bisa kamu cek di sini, ya!


Cover | Source: Pexels/ Burak Eroglu

Diskon dan Penawaran Eksklusif Menantimu!
Kunjungi WeddingMarket Fair 17 -19 April 2026
di Balai Kartini (Exhibition & Covention Center)

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...