Memilih menu makanan katering untuk acara pernikahan adalah sebuah langkah besar yang harus dipertimbangkan matang-matang. Pasalnya, kepuasan tamu adalah salah satu hal penting yang akan membuat mereka mengingat pernikahanmu. Kamu bisa main aman dengan memilih menu yang familier, disukai semua orang, tapi tetap lezat. Atau, memilih menu yang justru masih jarang ditemui untuk meninggalkan kesan istimewa.
Kedua pilihan itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pun, jika sudah memilih salah satunya, kamu tetap bisa membuat menu-menu katering yang ada semakin naik kelas. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!
Kelebihan dan kekurangan menu makanan rumahan
Kelebihan
1. Rasa yang aman dan familier
Menu rumahan seperti ayam goreng, sayur asem, rendang, nasi putih, mi goreng, sambal, dan aneka gorengan adalah menu yang sangat akrab di lidah orang Indonesia. Karena tamu sudah mengenal rasa ini sejak kecil, kemungkinan besar mereka akan makan dengan lahap.
2. Cocok untuk semua usia
Mulai dari tamu anak-anak, orang dewasa, sampai lansia, semua hampir pasti bisa menikmati menu rumahan. Jadi, tidak perlu khawatir ada tamu yang bingung mau makan apa karena semuanya ramah di lidah.
3. Biaya yang lebih terjangkau
Menu rumahan biasanya berbahan dasar sederhana seperti ayam, tempe, tahu, sayuran, dan nasi, yang lebih murah dibandingkan bahan-bahan premium seperti daging sapi, seafood segar, atau bahan impor lainnya. Selain itu, cara pengolahannya pun cenderung lebih mudah dan tidak membutuhkan teknik masak yang rumit atau menggunakan alat mahal.
4. Persiapan yang lebih praktis
Karena banyak vendor katering sudah sangat terbiasa membuat menu makanan rumahan, urusan bahan hingga durasi masak jauh lebih mudah diatur. Risiko keterlambatan atau kekurangan stok pun lebih kecil.
5. Kesan hangat dan homey
Pernikahan dengan sajian makanan rumahan bisa membawa nuansa yang akrab dan nyaman. Tamu akan merasa "seperti di rumah sendiri" dalam suasana yang lebih santai. Menu ini sangat cocok untuk konsep pernikahan intimate, sederhana, atau bernuansa kekeluargaan.
6. Minim risiko adanya sisa makanan
Karena rasa makanan sudah pasti cocok di lidah mayoritas, kecil kemungkinan makanan akan tersisa banyak. Kamu pun bisa mengurangi pemborosan dan lebih ramah lingkungan.
Kekurangan
1. Kurang memberikan efek yang wow
Kalau tujuanmu membuat tamu terkesan dan membicarakan acara pernikahanmu karena keunikannya, menu rumahan mungkin tidak terlalu membantu. Banyak tamu yang menganggap menu seperti ayam goreng atau sayur asem sebagai menu sehari-hari sehingga kurang terasa spesial di acara istimewa.
2. Kurang mendukung tema pernikahan modern atau internasional
Jika pernikahanmu bertema internasional, glamor, modern, atau fine dining, sajian menu rumahan bisa terasa kurang serasi. Misalnya, menu ayam goreng dan sayur asem akan tidak cocok disajikan di pernikahan dengan tema European Garden Party.
3. Muncul persepsi murah
Jika penyajiannya seadanya, seperti menggunakan peralatan katering yang standar atau disajikan tanpa dihias, ada risiko tamu akan merasa bahwa makanan kurang effort atau terlalu hemat walaupun sebenarnya makanan tersebut terasa enak dan cukup.
4. Terlalu monoton
Walaupun menu rumahan terasa enak, jika semua menu terlalu mirip, yaitu goreng-gorengan atau semua berkuah santan, makanan pun akan terasa monoton. Perlu kreativitas yang lebih agar tetap ada berbagai rasa dari manis, gurih, pedas, hingga segar dan bermacam tekstur seperti renyah, lembut, kenyal.
Kelebihan dan kekurangan menu yang jarang ditemui
Kelebihan
1. Mencuri perhatian tamu
Menyajikan menu yang unik seperti beef wellington, Korean BBQ station, sushi platter, atau menu fusion nusantara-modern akan langsung mencuri perhatian tamu. Tamu akan merasa acara pernikahanmu beda dari yang lain dan lebih berkesan. Bahkan, acaramu bisa menjadi bahan pembicaraan hangat sesudah acara selesai.
2. Meningkatkan kesan eksklusif dan premium
Menu yang jarang ditemui biasanya menggunakan bahan-bahan premium, teknik masak khusus, atau penyajian ala fine dining. Hal ini tentunya bisa membuat acara pernikahanmu terlihat lebih berkelas, eksklusif, dan mewah.
3. Mencerminkan kepribadian pasangan
Pasangan yang memilih menu unik biasanya ingin memperlihatkan cerita, kisah hidup hidup, atau pengalaman mereka. Pasangan pecinta travelling bisa menyajikan menu internasional. Sementara itu, pasangan foodies bisa menghadirkan live cooking pasta station atau charcuterie board. Ini bisa menambahkan sentuhan lebih personal dan bermakna.
4. Memberikan pengalaman baru bagi tamu
Tidak hanya makan, tamu akan mendapatkan pengalaman kuliner yang berbeda dengan mencoba rasa baru, tekstur baru, bahkan cara makan yang berbeda. Acara pun akan terasa lebih hidup, menyenangkan, dan memorable.
5. Menjadi bagian dekorasi
Menu unik seperti sushi bar atau dessert corner dengan plating artistik tidak hanya untuk makan, tetapi juga mempercantik ruangan resepsi. Tampilan makanan yang menarik secara visual akan memperkaya atmosfer acara.
Kekurangan
1. Biaya yang jauh lebih mahal
Menu-menu yang tidak biasa biasanya membutuhkan bahan premium, seperti daging wagyu, salmon sashimi grade, lobster, dll. Untuk proses memasaknya, mungkin dibutuhkan chef khusus yang dapat melakukan live cooking dan melakukan teknik-teknik lainnya. Penyajiannya juga biasanya lebih kompleks. Semua ini membuat harga katering bisa membengkak 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan menu standar.
2. Risiko tidak semua tamu suka atau mau mencoba
Tidak semua tamu suka mencoba makanan yang asing atau belum familiar. Contohnya, mungkin akan ada tamu yang tidak mau makan makanan mentah seperti sushi. Ada juga yang merasa aneh makan salad atau seafood yang dimasak dengan bumbu yang tidak familier. Akhirnya, mereka akan memilih untuk tidak makan atau makan, tapi sangat sedikit.
3. Membutuhkan koordinasi catering yang lebih rinci
Vendor yang biasa menyajikan menu rumahan mungkin tidak terbiasa membuat menu yang spesial sehingga kamu harus mencari katering premium. Sesi food tasting sebaiknya dilakukan lebih sering untuk memastikan rasa yang konsisten dan cocok.
4. Memerlukan penjelasan lebih lanjut
Jika makanan yang disajikan sangat unik, misalnya fusion food atau konsep makan yang belum pernah ditemui, tamu bisa saja bingung dan berpikir, “Ini makanan utama atau kudapan, ya?” “Gimana cara menyantap makan ini?”
Tanpa penjelasan kecil, seperti label menu yang informatif atau adanya server yang membantu menjelaskan, tamu bisa ragu dan malah tidak menikmati sepenuhnya.
5. Visual yang terlihat kurang mengenyangkan
Banyak menu yang jarang ditemui berkonsep porsi kecil, finger food, atau sharing plate. Kalau tidak disusun dengan baik jumlah dan porsinya, tamu akan merasa kurang kenyang atau tidak puas, apalagi kalau mereka datang dengan ekspektasi makan berat.
6. Sulit memenuhi semua preferensi
Tamu dengan kebutuhan diet khusus seperti vegan, gluten-free, halal mungkin lebih sulit dilayani jika menunya spesifik atau tidak familiar. Harus ada alternatif yang cukup agar semua tamu tetap nyaman dan bisa menikmati.
Cara membuat menu katering rumahan naik kelas
Meskipun makanan rumahan cenderung meninggalkan kesan yang biasa saja, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membuatnya naik kelas.
1. Pilih versi premium dari menu rumahan
- Nasi goreng rumahan ➔ Nasi goreng wagyu atau nasi goreng seafood premium
- Ayam goreng biasa ➔ Ayam goreng rempah atau ayam goreng butter milk
- Sop bening ➔ Sop iga sapi premium
- Perkedel kentang ➔ Perkedel mini dengan daging sapi
Gunakan bahan berkualitas lebih tinggi seperti daging lebih bagus, seafood segar, minyak zaitun, hingga mentega asli, supaya rasa otomatis lebih kaya dan mewah.
2. Meningkatkan teknik memasak dan penyajian
- Ayam goreng biasa ➔ Ayam goreng confit (dimasak perlahan dalam lemak) lalu digoreng sebentar agar kulitnya super crispy.
- Sayur tumis ➔ Jangan hanya ditumis biasa, gunakan teknik blanching (cepat direbus, lalu dicelup air es) supaya warnanya cerah dan teksturnya tetap renyah.
- Sop ➔ Disajikan per porsi dalam mangkuk kecil berdekorasi garnish, bukan dalam panci besar buffet.
Cara masak yang lebih tepat dan penyajian yang lebih artistik akan membuat makanan rumahan terlihat lebih mewah.
3. Upgrade plating dan display
Sediakan mini portion atau plating individual seperti di restoran fine dining. Kamu juga bisa menggunakan alat saji cantik, seperti piring keramik, chafing dish kaca, mangkuk kecil berkonsep rustic. Jangan lupa untuk memberikan garnish segar seperti taburan edible flowers hingga hiasan seperti parsley atau basil. Mata tamu akan "mengonsumsi" terlebih dulu sebelum mulut. Tampilan yang cantik dan menggugah selera akan memberikan kesan mewah yang terasa lebih mahal.
4. Beri twist modern atau fusion
- Rendang ➔ Rendang beef wellington (kreasi rendang dibungkus pastry puff).
- Soto ayam ➔ Soto ayam yang disajikan di gelas kecil untuk appetizer.
- Martabak ➔ Martabak mini isi mozzarella dengan saus truffle mayo.
Beri sentuhan baru pada cita rasa klasik agar terasa familiar, tapi tetap membuat penasaran.
5. Fokus pada detail kecil
Jangan asal menyajikan sambal. Buat trio sambal terdiri dari sambal matah, sambal ijo, dan sambal bawang, kemudian susun dalam ramekin cantik. Jangan hanya menaruh kerupuk di satu tempat saja. Susun kerupuk keriting, emping, dan rengginang dalam standing basket dekoratif. Perhatian pada detail seperti ini menunjukkan bahwa makanan dipikirkan dengan serius sehingga tamu merasa spesial.
6. Storytelling
Di kartu menu, kamu bisa memberikan sedikit cerita, misal:
- "Soto Ayam Keluarga Sejak 1950, disajikan dengan sentuhan modern."
- "Nasi goreng seafood premium: Kombinasi cita rasa laut Nusantara yang segar, disajikan dengan teknik memasak khas Asia."
Catatan ini akan membuat tamu merasa lebih terkoneksi dengan makanan.
Tips menyajikan menu yang jarang dijumpai
1. Gunakan teknik masak yang benar
Karena makanan ini jarang ditemui, ekspektasi tamu otomatis lebih tinggi. Maka teknik memasak masakan benar-benar harus dilakukan dengan baik. Hindari overcooked, undercooked, atau rasa yang terlalu "baru" sampai membingungkan para tamu.
2. Buat live cooking station
Untuk menu yang jarang ditemui, live station akan memberi kesan premium dan pengalaman baru. Kamu bisa memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan dengan live carving station untuk kambing muda nasi kebuli. Opsi lainnya, kamu bisa menyajikan sop konro dengan live serving—iga panjang dipotong langsung di depan tamu, lalu disiram kuah panas yang aromatik ke dalam mangkuk. Untuk menu internasional, pilihlah mini risotto truffle yang dimasak langsung dalam parmesan wheel besar. Live station akan membuat makanan terjaga, fresh, dan ada unsur pertunjukan.
3. Lengkapi dengan storytelling elegan
Karena makanan ini tidak umum, berikan sedikit cerita di menu card, terdiri dari:
- Asal-usul makanan
- Bahan spesial yang digunakan
- Teknik masak tradisional atau eksklusifnya
Contoh:
- Rawon Buntut Premium: Daging buntut pilihan dimasak perlahan selama 12 jam dengan bumbu khas Jawa Timur yang kaya rempah.
- Duck Confit: Bebek peking yang diasinkan dengan bumbu rempah khas, kemudian dimasak perlahan dalam lemak alaminya selama 8 jam, disajikan dengan sayur panggang yang lezat.
Tamu akan lebih menghargai hidangan saat mereka mengerti nilai di baliknya.
4. Kurasi menu
Karena menu yang jarang ditemui biasanya sudah memiliki rasa kuat, jangan memilih semua menu yang terlalu berat.
Buat kombinasi:
- 1 hingga 2 makanan berat eksklusif.
- 2 hingga 3 makanan ringan unik.
Tambahkan pilihan netral seperti salad segar, sup ringan, dan dessert lembut.
Contoh:
- Bebek confit ➔ Pasangkan dengan salad segar.
- Sop konro ➔ Sediakan sup asparagus ringan sebagai opsi lain.
Pilih rasa yang seimbang supaya tamu bisa menikmati semuanya tanpa merasa eneg.
Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan untuk memilih katering pernikahanmu. Baik menu katering rumahan maupun yang jarang ditemui, keduanya akan meninggalkan kesan yang baik jika kamu mempersiapkannya dengan benar.
Cover | Foto: Akasya Catering & Co.