Pilih Kategori Artikel

Penjelasan Perbedaan Mahar dan Mas Kawin yang Wajib Kamu Tahu

Pernikahan merupakan salah satu impian setiap orang sehingga banyak kalangan masyarakat yang sudah mulai mempersiapkan pernikahan sejak jauh-jauh hari. Berbagai hal mulai dipelajari seperti perbedaan mahar dan mas kawin serta ilmu pernikahan lainnya dengan harapan dapat menjalani pernikahan yang sempurna di masa depan.

Meski saat ini telah banyak tersebar berbagai ilmu pernikahan dari berbagai tokoh mulai dari tokoh agama, psikolog, hingga motivator, namun masih ada beberapa kalangan masyarakat yang ingin mengetahui ilmu dasar yang berkaitan dengan pernikahan seperti mahar dan mas kawin. Kedua hal ini merupakan hal yang cukup penting jika berkaitan dengan pernikahan.

Banyak kalangan yang terus menerus membahas apakah mahar dan mas kawin merupakan hal yang sama atau sebenarnya hal yang berbeda. Untuk mengetahui hal ini, berikut beberapa informasi dan unsur yang menunjukkan persamaan serta perbedaan mahar dan mas kawin.

Perbedaan Mahar dan Mas Kawin

wm_article_img
Foto: instagram.com/cameoframe

Untuk memahami apakah mahar dan mas kawin merupakan hal yang sama atau berbeda, tentu pembahasan yang paling utama dan tidak bisa dilewatkan adalah pengertian dari mahar dan mas kawin. Dengan memahami pengertian dari mahar dan mas kawin, tentu kamu bisa menilai sendiri apakah ada perbedaan diantara keduanya atau tidak.

Mahar berasal dari bahasa Arab dengan kata asli al-mahr. Al-mahr memiliki arti yaitu harta pemberian suami kepada istri yang diberikan pada saat akad nikah. Dalam bahasa Arab, mahar memiliki beberapa istilah seperti nihlah, hibah, shadaqah, dan faridhah. Namun meski berbeda kata, pada dasarnya arti dari seluruh kata ini adalah sama.

Jika mahar berasal dari bahasa Arab, maka mas kawin sebenarnya berasal dari bahasa Indonesia. Meski berbeda bahasa, namun pengertian mas kawin sendiri pada dasarnya sama dengan mahar. Mas kawin merupakan pemberian berupa harta dari seorang suami kepada istrinya saat akad nikah. Kesamaan pengertian antara mahar dan mas kawin ini menunjukkan bahwa perbedaan antara keduanya hanya terletak pada bahasa asalnya saja.

Ketentuan Pemberian Mahar dan Mas Kawin

wm_article_img
Foto: instagram.com/cameoframe

Seperti yang dibahas sebelumnya, perbedaan mahar dan mas kawin dari segi pengertian sebenarnya hanya terletak pada bahasa asal dari kedua kata tersebut. Lantas apakah ada suatu aturan yang membedakan keduanya?

Banyak yang berpendapat bahwa nominal atau besaran mahar pernikahan yang diberikan saat akad nikah akan menggambarkan kemampuan seorang suami di masa depan. Hal ini membuat banyak calon pengantin pria merasa terlalu terbebani saat sedang mempersiapkan pernikahan karena khawatir mahar yang diminta sang calon istri tidak dapat dipenuhi.

Namun sebenarnya ketentuan pemberian mahar dan mas kawin tidak tergantung pada seberapa mahal atau seberapa besar mahar yang diberikan. Pemberian mahar atau mas kawin memang harus dilakukan berdasarkan permintaan pengantin wanita, namun bukan berarti pengantin wanita bisa meminta apapun tanpa pertimbangan.

Mahar dalam Islam mengajarkan apa yang diminta oleh pengantin wanita haruslah tetap berada pada jangkauan kemampuan sang calon suami. Hal ini selalu disampaikan oleh berbagai kalangan saat membahas mahar karena mahar yang memberatkan suami justru akan mempersulit proses terlaksananya akad nikah yang diidamkan.

Meski banyak dibahas, namun di setiap pembahasan selalu disampaikan bahwa mahar atau mas kawin memang memiliki aturan yang harus dipenuhi saat pemberiannya namun tetap tidak memberatkan kedua belah pihak. Berdasarkan penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan mahar dan mas kawin meski dilihat dari segi aturan pemberiannya.

Itulah beberapa hal yang bisa membantu kamu dalam menganalisa perbedaan mahar dan mas kawin. Pada dasarnya mahar dan mas kawin pernikahan tidak memiliki perbedaan karena keduanya merupakan hal yang sama dengan berbagai aturan yang sama persis. Perbedaan keduanya hanya terletak pada istilah bahasa yang digunakan.

Mahar bersifat wajib sehingga kamu harus mempertimbangkan dengan matang mahar apa yang akan kamu minta kepada sang calon suami. Mahar ini juga menggambarkan komitmen dan keseriusan suami untuk menafkahi istri di masa depan, sehingga sebaiknya mahar diberikan sesuai dengan kebutuhan sang istri.

Meski mahar diberikan berdasarkan permintaan pengantin wanita, namun bukan berarti kamu bisa meminta mahar dengan nominal yang besar hanya karena kamu menginginkan hal tersebut. Sebaik-baiknya mahar adalah sesuatu yang bisa memberikan manfaat terhadap kehidupan di masa depan, maka sebaiknya kamu memilih mahar berdasarkan kebutuhan bukan keinginan.

Memilih mahar yang sesuai dengan kebutuhan juga bisa mempermudah sang mempelai pria untuk mewujudkan permintaan tersebut sehingga persiapan pernikahan bisa berjalan lebih lancar dan lebih cepat. Hampir setiap umat muslim pasti pernah mendengar sabda Rasulullah SAW yang berisi pesan bahwa sebaik-baiknya perempuan adalah perempuan yang paling murah maharnya.

Meminta mahar sesuai dengan kesanggupan sang calon suami bisa menunjukkan bahwa kamu merupakan salah satu perempuan terbaik. Dengan mengetahui bahwa tidak ada perbedaan mahar dan mas kawin, maka kamu bisa lebih memahami seluk beluk mahar dalam pernikahan agar mahar menjadi salah satu hal yang tidak memberatkan pernikahan. Semakin baik pilihan maharmu, maka semakin mudah pernikahanmu terwujud.

Sedang mencari vendor pernikahan?,
Kunjungi WeddingMarket Fair 2024 dan
temukan ratusan vendor pernikahan terbaik

Article Terkait

Loading...

Article Terbaru

Loading...

Media Sosial

Temukan inspirasi dan vendor pernikahan terbaik di Sosial Media Kami

Loading...