Konsep seated wedding memiliki persiapan yang berbeda dengan standing party atau prasmanan. Pada seated wedding biasanya para tamu tinggal duduk manis dan makanan akan diantarkan ke meja masing-masing. Oleh sebab itu, ada beberapa tableware yang harus sudah disiapkan di meja. Tableware ini meliputi piring, mangkuk, cangkir, gelas, sendok, dan garpu.
Biasanya beberapa peralatan ini disediakan dalam bentuk dan warna yang basic jika pernikahan memiliki konsep prasmanan. Namun, pada konsep seated wedding, tableware menjadi bagian dari dekorasi yang harus disesuaikan dengan tema pernikahan secara keseluruhan.
Berikut ini adalah beberapa macam tableware untuk berbagai konsep pernikahan yang cocok dan tips memilihnya. Simak selengkapnya, yuk!
Macam-macam tableware
Walaupun kelihatannya mungkin bentuknya begitu-begitu saja, ada detail-detail dan warna yang membuat setiap tableware memiliki kesan berbeda yang membuatnya cocok untuk tema pernikahan yang berbeda pula.
1. Tableware porselen putih klasik

Tableware berbahan porselen putih polos adalah pilihan paling aman sekaligus paling fleksibel untuk wedding dinner. Warnanya yang netral memberi kesan bersih, rapi, dan elegan. Jadi, peralatan ini tidak akan mencuri perhatian dari dekorasi utama atau sajian makanan. Tema yang paling cocok adalah classic elegant, romantic wedding, dan formal hotel wedding. Porselen putih akan memantulkan cahaya lampu dengan lembut sehingga suasana akan terlihat lebih terang dan mewah.
Keunggulan lainnya dari piring putih adalah membuat warna makanan terlihat lebih hidup dan menggugah selera sehingga cocok untuk fine dining atau menu western course dengan plating artistik. Kekurangannya hanya satu, tampilannya sangat umum. Jika ingin terlihat unik, tableware ini perlu dikombinasikan dengan charger plate atau napkin yang lebih menyolok.
2. Tableware dengan aksen emas
Tableware dengan sentuhan emas langsung memberi kesan luxury dan glamour. Biasanya bentuknya berupa piring dengan pinggiran emas, alat makan gold matte, atau charger plate berwarna emas. Tema yang paling cocok adalah luxury wedding, royal theme, art deco, dan modern glamorous. Piring emas sangat cantik jika dipadukan dengan taplak warna gelap seperti navy, emerald, atau maroon, serta centerpiece tinggi dengan bunga putih.
Namun, jenis tebaleware ini kurang cocok untuk konsep rustic atau outdoor yang digelar pada siang hari karena akan terlihat terlalu berat dan formal. Penggunaan perlengkapan ini ideal untuk acara malam hari dengan pencahayaan warm light agar efek kilap emasnya keluar maksimal.
3. Piring kaca atau charger plate transparan

Tableware berbahan kaca bening memberi kesan ringan, bersih, dan elegan, cocok untuk tema garden wedding, romantic pastel, dan modern airy. Charger plate transparan sering dipakai agar taplak meja atau motif runner tetap terlihat. Efeknya membuat meja terlihat tidak berat secara visual. Kombinasi dengan napkin warna lembut seperti blush, sage, atau lilac akan memberi nuansa romantis. Kekurangannya, kaca yang bening mudah meninggalkan bekas sidik jari dan terlihat kotor jika tidak dipoles dengan baik sehingga butuh perhatian ekstra dari tim catering.
4. Stoneware atau keramik rustic
Stoneware memiliki tekstur lebih tebal, warna natural seperti abu-abu, krem, atau cokelat, dan biasanya tampak tidak sepenuhnya simetris. Pilihan ini sangat cocok untuk tema rustic wedding dan nature inspired wedding. Kesan yang muncul adalah hangat, homey, dan tidak kaku, seolah tamu makan malam di villa atau kebun pribadi.
Piring jenis ini cocok untuk menu comfort food atau hidangan bergaya western rustic seperti steak, roasted chicken, atau pasta. Jika dipadukan dengan napkin linen dan centerpiece bunga liar, suasana dinner akan terasa intimate dan autentik.
5. Tableware hitam matte

Piring hitam atau abu-abu tua memberi kesan dramatis, modern, dan editorial. Tema yang cocok dengan warna ini adalah modern minimalist, moody wedding, dan industrial modern. Warna gelap membuat plating makanan terlihat lebih kontras dan artistik, terutama untuk menu dengan saus berwarna terang atau garnish hijau.
Biasanya peralatan dikombinasikan dengan alat makan perak atau emas agar tidak terlalu flat. Namun, tableware hitam memerlukan pencahayaan yang baik agar tidak terlihat suram di foto. Jenis ini cocok untuk pernikahan pada malam hari dengan konsep urban atau rooftop.
6. Tableware tembaga atau rose gold
Piring, gelas, atau cutlery berwarna tembaga atau rose gold memberi nuansa hangat dan artistik. Warna ini sangat cocok untuk tema industrial chic, modern rustic, dan bohemian wedding. Biasanya peralatan dipadukan dengan meja kayu, linen warna earthy seperti terracotta atau beige, serta dekorasi greenery.
Tembaga memberi kesan handcrafted dan sedikit vintage sehingga cocok untuk pasangan yang ingin konsep dinner yang estetik, tapi tidak terlalu formal. Gelas tembaga untuk minuman seperti Moscow mule juga bisa menjadi elemen dekoratif sekaligus fungsional. Kekurangannya, bahan ini harus dirawat baik karena mudah kusam sehingga lebih cocok untuk vendor profesional dibanding DIY.
7. Tinted glass

Gelas berwarna memberi sentuhan playful dan artistik. Gelas ini akan cocok untuk tema Mediterranean, bohemian, dan summer wedding. Misalnya, gelas biru untuk tema Santorini, gelas amber untuk tema Tuscany, atau hijau untuk tema botanical. Gelas ini membantu menciptakan mood liburan dan santai jika digunakan pada outdoor dinner. Biasanya peralatan dipadukan dengan piring berwarna netral agar tidak terlalu ramai. Efek visualnya sangat fotogenik dan cocok untuk pasangan yang ingin tampilan unik dan tidak terlalu formal.
8. Cutlery perak klasik
Alat makan warna perak adalah standar formal dining dan cocok untuk hampir semua tema elegan seperti classic wedding, hotel ballroom, dan traditional reception. Warnanya netral, mudah dipadukan, dan terlihat rapi di foto. Silverware ini memberi kesan bersih dan profesional sehingga sering dipilih oleh catering hotel. Jika dipadukan dengan piring putih dan napkin lipat formal, tampilannya akan sangat klasik dan timeless.
9. Patterned tableware
Piring dengan motif bunga, daun, atau ilustrasi klasik seperti toile de jouy memberi kesan artistik dan romantis. Jenis ini sangat cocok untuk tema vintage wedding, English garden, dan romantic shabby chic. Motif pada piring bisa menjadi elemen dekoratif tanpa perlu centerpiece yang terlalu besar karena meja sudah terlihat hidup. Biasanya peralatan ini dipadukan dengan taplak polos agar tidak tabrakan motif. Piring bermotif juga memberi nuansa seperti jamuan di rumah bangsawan Eropa atau afternoon tea versi formal sehingga cocok untuk intimate wedding dinner dengan jumlah tamu terbatas.
10. Tableware enamel
Piring enamel berwarna putih dengan pinggiran biru atau hitam memiliki kesan retro dan outdoor. Peralatan ini cocok untuk tema camping wedding, rustic picnic, dan backyard wedding. Ringan, awet dari pecah, serta tampil dengan nuansa santai. Biasanya dipakai untuk konsep plated dinner yang kasual. Jika dikombinasikan dengan meja kayu panjang dan lampu gantung bohlam, suasana akan terasa hangat dan tidak terlalu formal, cocok untuk pasangan yang ingin menggelar wedding dinner yang fun dan non konvensional.
11. Tableware kayu atau bambu

Piring, mangkuk, atau sendok dari kayu atau bambu memberi kesan natural dan ramah lingkungan. Bahan ini sangat sesuai untuk tema eco-friendly wedding, tropical wedding, dan ethnic modern. Warna alami kayu berpadu indah dengan dekorasi hijau dan bunga tropis. Selain itu, jenis ini juga mendukung konsep sustainability, terutama jika menggunakan bahan reusable, bukan sekali pakai. Kekurangannya, peralatan tidak cocok untuk menu berkuah panas dalam waktu lama karena bisa menyerap cairan dan aroma.
12. Tableware gaya oriental
Untuk tema oriental wedding atau Asian heritage wedding, piring dan mangkuk dengan motif awan, naga, atau bunga sakura bisa digunakan sebagai aksen. Biasanya tableware ini berbahan porselen dengan warna putih-biru atau merah-emas. Set ini akan sangat cocok untuk menu Chinese set atau Japanese kaiseki. Selain memperkuat tema budaya, jenis ini juga memberi identitas visual yang kuat dan berbeda dari pernikahan pada umumnya.
Tips memilih tableware

Selain menyocokkan dengan tema pernikahan, ada juga beberapa tips lain yang harus diperhatikan agar tableware yang dipilih merupakan pilihan paling sempurna. Berikut beberapa di antaranya.
1. Sesuaikan dengan tema dan konsep pernikahan
Tableware harus menjadi perpanjangan dari tema dekorasi, bukan elemen yang berdiri sendiri. Jika konsep pernikahanmu rustic atau garden, piring stoneware, gelas amber, dan cutlery hitam atau tembaga akan terasa lebih menyatu dibanding porselen putih yang mengilap. Sebaliknya, jika konsepnya luxury ballroom atau royal wedding, porselen putih dengan aksen emas, gelas kristal, dan cutlery gold akan memperkuat kesan formal dan mewah. Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih tableware hanya karena bagus, tapi tidak nyambung dengan dekorasi sehingga meja terlihat campur-aduk dan tidak memiliki identitas visual yang jelas.
2. Pertimbangkan jenis hidangan
Menu sangat memengaruhi jenis tableware yang tepat. Hidangan western plated dinner membutuhkan piring datar yang lebar agar plating terlihat cantik, sedangkan menu berkuah atau Asian set menu lebih cocok menggunakan mangkuk atau piring cekung. Jika banyak saus atau kuah, sebaiknya hindari piring yang terlalu datar dan licin karena mudah tumpah. Untuk dessert, pilih piring kecil atau dessert bowl yang senada dengan piring utama agar tampilan tetap konsisten. Intinya, tableware merupakan alat fungsional yang harus mendukung cara makan tamu.
3. Perhatikan warna makanan
Salah satu fungsi penting tableware adalah membuat makanan terlihat lebih menggugah selera. Piring putih atau warna netral cocok untuk hampir semua jenis makanan karena membuat warna hidangan terlihat lebih hidup. Jika kamu memilih piring gelap seperti hitam atau abu-abu, pastikan menu tidak dominan warna gelap juga agar visual tidak tenggelam. Untuk tema tertentu seperti Mediterranean atau bohemian, gelas warna-warni bisa mempercantik meja, tetapi sebaiknya piring utama tetap dibuat netral agar tidak terlalu ramai.
4. Jangan gabungkan terlalu banyak gaya

Kesalahan umum adalah mencampur terlalu banyak jenis tableware, misalnya piring modern, gelas vintage, cutlery industrial, dan napkin ring glam dalam satu meja. Walaupun semuanya cantik sendiri-sendiri, hasil akhirnya bisa terlihat tidak rapi dan tidak memiliki arah visual. Idealnya, satu set meja makan hanya memakai maksimal dua gaya utama, misalnya rustic + modern, atau classic + luxury. Konsistensi ini penting agar meja terlihat “niat” dan profesional.
5. Pertimbangkan pencahayaan
Tableware akan banyak terekam di foto detail dan foto tamu saat makan. Piring yang terlalu gelap bisa terlihat suram jika lighting kurang, sementara piring yang terlalu mengilap bisa memantulkan lampu flash secara berlebihan. Gelas kristal akan terlihat cantik jika ada warm lighting, tapi bisa tampak dingin jika lighting terlalu putih. Maka, penting untuk menyesuaikan tableware dengan jenis lampu yang dipakai agar hasil foto tetap estetis dan tidak silau.
6. Pastikan mudah dibersihkan dan aman untuk makanan
Untuk wedding dinner, kebersihan merupakan hal yang sangat krusial. Hindari tableware yang mudah meninggalkan noda seperti gelas bertekstur kasar atau piring matte tanpa glaze yang baik. Pastikan juga bahan aman untuk makanan panas dan tidak mengeluarkan bau atau rasa. Untuk outdoor wedding, pilih tableware yang stabil dan tidak mudah terbang atau tergeser angin, terutama untuk napkin dan charger plate.
Meskipun mungkin bentuknya memiliki standar tertentu, tableware yang digunakan dalam acara pernikahan memiliki detail, bahan, dan warna yang berbeda. Kamu perlu menyesuaikannya dengan dekorasi dan tema pernikahan untuk hasil yang harmonis. Jangan lupa untuk menggandeng vendor catering dan dekorasi yang bisa kamu ajak diskusi dengan terbuka. Daftar yang terpercaya bisa kamu lihat di sini.
Cover | Foto: Pexels/ furkanfdemir