Kasus perselingkuhan sudah ramai sejak dulu. Namun, adanya media sosial membuat semuanya terlihat lebih jelas karena banyak kasus yang diunggah di sana. Oleh sebab itu pula, banyak orang yang was-was pasangannya melakukan hal yang serupa. Pasalnya, semua orang bisa selingkuh terlepas bagaimana rupa, sikap, dan sesempurna apapun pasangannya. Biasanya selingkuh baru ketahuan setelah pasangan melakukan kontak fisik dengan orang lain.
Ternyata, ada juga jenis perselingkuhan selain melakukan kontak fisik, lo. Kamu juga bisa mengenali beberapa cirinya untuk mengetahui potensi selingkuh yang mungkin kamu alami dalam pernikahan. Berikut ini beberapa di antaranya. Simak sampai habis, ya!
Jenis-jenis perselingkuhan

Ada berbagai jenis perselingkuhan yang mungkin selama ini banyak terjadi, tapi tidak disadari. Berikut ini beberapa di antaranya.
Perselingkuhan fisik
Hal ini yang paling sering dijadikan patokan seseorang ketika selingkuh. Perselingkuhan fisik artinya perselingkuhan yang melibatkan hal yang berkaitan dengan fisik, seperti adanya keintiman fisik atau kegiatan seksual dengan seseorang di luar hubungan resmi. Perselingkuhan ini bisa terjadi selama satu malam atau berkelanjutan.
Perselingkuhan emosional
Saat salah satu pasangan memiliki ketertarikan secara emosional dengan orang lain, saat itulah perselingkuhan emosional terjadi. Hubungan ini akan terjadi dengan adanya hubungan atau keterikatan yang membuat seseorang menceritakan perasaan-perasaan dan rahasia yang bahkan tidak dibagikan ke pasangan sahnya.
Perselingkuhan dunia maya
Perselingkuhan ternyata bisa terjadi tanpa seseorang harus bertemu langsung dengan selingkuhannya. Dalam beberapa ketikan saja, perselingkuhan bisa terjadi secara online. Macam-macam hal yang bisa dilakukan melalui media daring, yaitu flirting, sexting, hingga percakapan online lainnya.
Perselingkuhan untuk balas dendam
Ada kalanya pasangan membuat kesalahan dalam sebuah hubungan. Kesalahan ini seharusnya diselesaikan dengan berkomunikasi atau mediasi. Namun, ada juga yang justru merasa bahwa ia harus menyelesaikan masalah dengan membuat permasalahan baru atau balas dendam. Akhirnya, terjadilah perselingkuhan.

Perselingkuhan dengan lebih dari satu orang
Berselingkuh dengan satu orang saja sudah salah, tapi ternyata ada juga yang berselingkuh dengan lebih dari satu orang dalam waktu bersamaan. Walaupun kebanyakan orang akan membayangkan bagaimana seseorang bisa mengatur waktu dan energi untuk menjalin hubungan dengan dua orang sekaligus, nyatanya kasusnya seperti ini banyak ditemukan.
Perselingkuhan karena “kebetulan”
Beberapa orang mungkin tidak memiliki niat awal untuk selingkuh. Namun, adanya kesempatan membuat mereka melakukan hal ini. Misalnya, ketika ada perjalanan bisnis ke luar kota bersama lawan jenis. Potensi untuk melakukan hal ini semakin tinggi saat seseorang sedang dalam keadaan rentan, seperti ketika stres.
Ciri-ciri orang selingkuh

Mengetahui apakah pasangan selingkuh menjadi hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Kecurigaan tanpa bukti juga akan menyebabkan hubungan dan kepercayaan rusak. Oleh sebab itu, tanpa bukti maka akan sulit untuk mengetahui apakah pasangan berselingkuh. Meskipun begitu, beberapa ciri berikut ini bisa kamu jadikan dasar untuk tetap waspada.
Perubahan perilaku
Seiring berjalannya waktu mungkin akan ada beberapa perubahan yang muncul pada pasangan. Namun, jika perubahan yang terjadi terlalu signifikan dan ke arah yang buruk, kamu bisa mulai waspada. Perubahan ini meliputi perhatian yang berkurang drastis, sikap yang lebih dingin, atau lebih defensif saat mengatasi masalah. Perubahan ini terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang terlihat.
Komunikasi yang berkurang
Seperti yang kita tahu, komunikasi adalah kunci utama dari hubungan yang awet dan sehat. Jika hal yang satu ini sudah menurun, tandanya ada hal yang tidak beres. Komunikasi yang menurun ini meliputi pasangan yang mulai tidak ingin berbicara secara langsung dan menghindar saat ditelepon. Pun, ketika ada masalah, dia malah berusaha untuk menghindar bukan menyelesaikannya.
Tidak memberikan kabar
Ketika di luar rumah, pasangan sering kali tidak memberikan kabar yang jelas tentang ke mana perginya. Ia juga tidak memberi tahu jam berapa akan pulang. Akan ada perubahan pola waktu, seperti jam pulang yang lebih larut atau sering di luar rumah tanpa penjelasan yang pasti.
Perubahan yang terjadi pada finansial
Keterbukaan juga menjadi salah satu kunci penting dalam rumah tangga. Salah satunya adalah terbuka dalam hal keuangan. Jika ada transaksi mencurigakan atau pengeluaran yang sulit dijelaskan, hal ini bisa jadi tanda ia berselingkuh. Makanya, penting untuk melakukan evaluasi pengeluaran setiap bulannya untuk masing-masing mengetahui kebiasaan perilaku dalam mengatur uang.
Munculnya rahasia
Setiap orang memang memiliki privasi yang dibatasi untuk orang lain. Namun, beberapa informasi sebaiknya tetap dibagi sebagai bentuk keterbukaan. Jika ada informasi yang selama ini saling dibagi, tapi tiba-tiba pasangan menutupinya, ada kemungkinan sesuatu yang sedang ia tutupi. Hal ini juga menjadi sebuah petunjuk bahwa pasangan tidak lagi mempercayaimu terhadap adanya informasi pribadi.
Penurunan kualitas hubungan seksual
Meskipun tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan, hubungan seksual antara suami istri juga menjadi salah satu elemen penting dalam keharmonisan rumah tangga. Jika terjadi penurunan ketertarikan terhadap adanya keintiman fisik atau perubahan pola pada hubungan seksual, hal ini bisa menjadi salah satu tanda ia melakukan perselingkuhan. Ketidakpuasan seksual dapat menjadi penyebab atau hasil dari selingkuh.
Apa yang harus dilakukan saat pasangan selingkuh?

Beberapa tanda yang disebutkan merupakan ciri supaya kamu bisa waspada. Namun, untuk bisa membuktikannya, tentu dibutuhkan bukti yang nyata. Lalu, apa yang harus dilakukan saat perselingkuhan ternyata benar-benar terjadi? Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan.
Tenangkan diri
Tidak ada orang yang ingin diselingkuhi. Kabar ini juga pasti menjadi sebuah kabar sedih dan mengejutkan bagi seseorang. Namun, sebaiknya tahan dulu dalam membuat keputusan saat pertama kali mengetahui pasangan selingkuh. Membuat keputusan di masa ini adalah tindakan impulsif yang bisa jadi membuatmu menyesal ke depannya. Oleh sebab itu, tahan diri dengan cara menenangkan diri terlebih dahulu.
Kumpulkan bukti
Jangan lupa untuk mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung informasi yang mungkin sudah kamu miliki. Hal ini akan membantumu dalam memahami situasi dan menjadi barang pendukung saat berbicara dengan pasangan. Bukti ini bisa berbentuk barang-barang atau chat dan riwayat percakapan.
Cari dukungan emosional
Usahakan untuk tidak berlarut-larut dalam kesendirian. Mintalah dukungan kepada teman atau keluarga untuk mendapatkan dukungan. Bentuk dukungan ini akan berguna pada masa sulit seperti diselingkuhi sehingga kamu tidak merasa terpuruk sendirian tanpa ada yang peduli.

Temui konselor
Menemui seorang konselor akan menjadi langkah yang bijak sebelum membuat sebuah keputusan. Pasalnya, seorang konselor merupakan orang yang netral dan bisa memberikanmu sudut pandang lain mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Saat berbicara dengan mereka, kamu juga bisa lebih mudah dalam memproses perasaan bersalah, benci, penyesalan, malu, dan apapun yang sedang kamu rasakan. Hal ini akan membantumu mencari keputusan terbaik.
Jangan menyalahkan diri sendiri
Mungkin akan muncul rasa penyesalan mengenai hal-hal yang bahkan bukan salahmu. Jangan menyalahkan diri sendiri dan menganggap bahwa kamulah penyebab pasangan selingkuh. Jangan pula merasa menyesal karena harusnya mengetahui hal ini lebih awal. Hindari pemikiran-pemikiran buruk ini dengan lebih menyayangi diri sendiri. Misalnya, kamu bisa melakukan olahraga atau melakukan hal yang kamu suka.
Hati-hati dalam mengkomunikasikan dengan anak
Jika sudah hadir buah hati dalam pernikahanmu, sebaiknya bicarakan hal ini sesuai dengan umurnya. Jelaskan situasi sesuai dengan tingkat kematangan mereka tanpa membuat mereka merasa benci hingga trauma. Hindari membicarakan detail yang akan menimbulkan kecemasan nantinya.
Pikirkan langkah praktis selanjutnya
Jika sudah mengambil keputusan seperti perpisahan, pikirkan juga rencana apa yang akan dilakukan ke depannya setelahnya perpisahan terjadi. Kamu bisa memikirkan di mana akan tinggal, apakah kamu memiliki uang yang cukup untuk kehidupan sehari-hari, dan jika memiliki anak, pikirkan juga mengenai hak asuh dan perjanjian lainnya yang diperlukan.
Tidak ada orang yang ingin pernikahannya ternoda dengan perselingkuhan. Namun, kemungkinan itu bisa jadi ada sehingga kamu harus mengetahui langkah apa jika hal tersebut benar-benar terjadi. Yang tak kalah penting untuk diingat adalah bahwa dalam banyak kasus, perselingkuhan terjadi secara berulang. Jika seseorang sudah memiliki riwayat perselingkuhan apalagi lebih dari sekali, sebaiknya pertimbangkan ulang jika ingin menjalin hubungan dengannya.