Saat melakukan persiapan pernikahan, hal penting lain yang harus diperhatikan selain penampilan dari luar adalah kondisi fisik, apalagi kita tinggal di Indonesia yang kadang memiliki cuaca ekstrim. Saat menggelar pernikahan outdoor, sebaiknya memilih ketika cuaca cerah. Namun, ketika cuaca cerah, suhu biasanya panas. Begitupun ketika hujan, biasanya fisik akan lebih rentan terkena penyakit.
Sebagai pengantin yang harus tampil prima di hari-H selama seharian, ada baiknya untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan sungguh-sungguh. Berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan dari H-30 hingga hari-H di masing-masing cuaca. Simak selengkapnya, yuk!
1. Persiapan fisik untuk cuaca panas
H-30 sampai H-21
Fokus utama di fase ini adalah membangun daya tahan tubuh terhadap panas. Mulai biasakan minum air putih minimal 2 hingga 2,5 liter per hari agar tubuh tidak mudah dehidrasi. Kurangi kopi, minuman manis, dan gorengan karena makanan dan minuman tersebut akan mempercepat tubuh kehilangan cairan.
Lakukan olahraga ringan 3 hingga 4 kali seminggu seperti jalan pagi atau yoga untuk melatih stamina dan membuat tubuh tidak terlalu kelelahan. Dari sisi kulit, mulai lakukan perawatan dasar dari cleanser yang lembut, pelembap ringan, dan sunscreen setiap hari untuk mencegah kulit kusam akibat paparan matahari.
H-20 sampai H-14
Di tahap ini tubuh sebaiknya mulai dilatih untuk menghadapi kondisi real acara. Coba fitting busana di jam yang mendekati waktu akad atau resepsi agar tubuh terbiasa dengan suhu panas sambil bergerak. Tambahkan konsumsi buah tinggi air seperti semangka, jeruk, dan mentimun. Fokuskan perawatan kulit pada hidrasi, seperti menggunakan hydrating sheet mask 2 hingga 3 kali seminggu untuk membantu menjaga kesegaran wajah.
H-14 sampai H-7
Kurangi aktivitas fisik yang berat dan fokus menjaga energi. Perbanyak istirahat siang walau singkat jika memungkinkan karena suhu yang panas membuat tubuh cepat drop. Hindari eksperimen skincare baru karena kulit lebih sensitif di cuaca panas. Lakukan stretching ringan setiap malam untuk mencegah pegal akibat banyak aktivitas.
H-6 sampai H-1
Prioritaskan tidur cukup, makan makanan ringan bergizi, dan minum air secara bertahap, jangan sekaligus. Hindari makanan yang terlalu asin agar tubuh dan wajah tidak mudah bengkak. Di H-1, lakukan mandi air hangat suam-suam kuku untuk membuat tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
2. Persiapan fisik untuk musim hujan
H-30 sampai H-21
Fokus awal persiapan fisik di cuaca ini adalah meningkatkan imunitas tubuh. Mulai konsumsi vitamin C, zinc, dan perbanyak protein dari ikan, telur, dan kacang-kacangan. Biasakan tidur teratur karena kurang tidur bisa membuat tubuh lebih rentan flu. Olahraga ringan sebaiknya tetap dilakukan, tetapi hindari aktivitas outdoor saat hujan agar tidak terlalu capai atau masuk angin.
H-20 sampai H-14
Mulai perhatikan kesehatan sendi dan kaki. Cuaca lembap sering membuat tubuh terasa lebih pegal, jadi jangan lupa untuk melakukan stretching rutin dan foot soak air hangat di malam hari. Perawatan kulit sebaiknya mulai ditingkatkan dengan pelembap yang lebih kental untuk mencegah kulit kusam dan tidak merata.
H-13 sampai H-7
Kurangi begadang dan aktivitas sosial secara berlebihan. Di fase ini, tubuh harus dijaga agar tetap stabil dan tidak drop. Konsumsi minuman hangat seperti jahe setiap malam untuk membantu sirkulasi dan daya tahan tubuh. Hindari makanan mentah atau tidak higienis karena risiko sakit lebih tinggi di musim hujan.
H-6 sampai H-1
Fokus total pada pemulihan tubuh. Apabila kondisi tubuh kurang fit, sebaiknya tidak memaksakan diri. Tidur lebih awal, makan makanan yang hangat dan mudah dicerna, serta jaga tubuh agar tetap bugar. H-1, lakukan relaksasi ringan agar tubuh tidak tegang akibat cuaca dingin dan lembap.
3. Persiapan untuk cuaca dingin
H-30 sampai H-21
Mulai perkuat sirkulasi darah dengan olahraga ringan seperti pilates atau stretching yang dinamis. Konsumsi makanan bergizi dengan lemak sehat seperti alpukat dan olive oil untuk membantu tubuh dalam menjaga suhu. Skincare mulai diarahkan ke hidrasi yang intens. Pelembap, face oil ringan, dan lip balm wajib digunakan setiap hari.
H-20 sampai H-14
Biasakan tubuh berada di ruangan ber-AC atau suhu dingin dalam waktu cukup lama, misalnya saat fitting atau meeting. Tujuannya agar tubuh tidak kaget pada saat hari-H. Perhatikan kesehatan tenggorokan dan hidung dengan cukup minum air hangat dan menghindari minuman es.
H-13 sampai H-7
Kurangi aktivitas berat yang membuat tubuh terlalu lelah. Fokus pada kualitas tidur karena udara yang dingin biasanya membuat tidur tidak nyenyak. Tambahkan pijat ringan atau stretching di malam hari untuk mencegah otot terasa kaku.
H-6 sampai H-1
Jaga tubuh agar tetap hangat, terutama di malam hari. Hindari mandi dengan air yang terlalu dingin. Pada H-1, lakukan perawatan tubuh ringan dan relaksasi agar otot tetap lentur dan wajah terlihat segar di hari pernikahan.
4. Persiapan untuk cuaca lembap atau tropis
H-30 sampai H-21
Fokus pada keseimbangan cairan tubuh. Minum cukup air tetapi tidak berlebihan, serta kurangi konsumsi garam untuk mencegah tubuh dan wajah yang membengkak. Mulai lakukan olahraga ringan secara rutin untuk membantu sirkulasi dan metabolisme. Jaga kebersihan tubuh secara ekstra, terutama pada area lipatan kulit.
H-20 sampai H-14
Perawatan kulit bisa diarahkan untuk mengendalikan kelembapan, yaitu dengan menggunakan pelembap ringan tetapi konsisten. Ganti pakaian setelah berkeringat agar kulit tidak iritasi. Tidur di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik agar tubuh bisa benar-benar pulih.
H-13 sampai H-7
Kurangi aktivitas yang membuat tubuh terlalu berkeringat. Fokus pada stamina dan energi. Konsumsi makanan segar dan hindari makanan terlalu pedas yang bisa memicu dehidrasi.
H-6 sampai H-1
Jaga tubuh agar tetap bersih dan kering. Tidur yang cukup akan sangat krusial karena udara lembap mudah membuat tubuh terasa lelah. Pada H-1, lakukan relaksasi dan mandi air hangat ringan untuk membantu tubuh terasa lebih nyaman.
5. Persiapan untuk cuaca berangin
H-30 sampai H-21
Mulai persiapan dengan latihan postur tubuh dan pernapasan agar tubuh tetap rileks saat terkena angin. Stretching leher dan bahu penting untuk mencegah tegang. Perhatikan hidrasi karena angin membuat tubuh cepat kering tanpa disadari.
H-20 sampai H-14
Sebaiknya fokuskan perawatan kulit pada perlindungan dan soothing. Gunakan skincare yang menenangkan untuk mencegah iritasi akibat debu atau angin. Lakukan olahraga yang ringan dan teratur.
H-13 sampai H-7
Kurangi aktivitas outdoor yang berlebihan. Fokus untuk menjaga energi dan kenyamanan tubuh. Lakukan pijat ringan atau stretching di malam hari untuk menjaga otot agar tetap lentur.
H-6 sampai H-1
Pastikan tubuh benar-benar fit dan tidak kelelahan. Tidur cukup, makan seimbang, dan lakukan relaksasi ringan. Pada H-1, hindari aktivitas yang membuat leher dan bahu tegang agar postur bisa tetap tegap di hari H.
Kondisi fisik adalah hal penting yang harus diperhatikan saat persiapan pernikahan. Pasalnya, kamu akan menjadi pusat perhatian selama seharian dan melakukan banyak kegiatan yang akan memaksamu untuk fokus. Beberapa hal tersebut bisa kamu lakukan dari H-sebulan hingga H-1 pernikahan.
Untuk tips seputar pernikahan lainnya, jangan lupa untuk menyimak artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!
Cover | Fotografi: Axioo