Your Smart Wedding Platform

Cara Membuat Acara Ngunduh Mantu Kecil-kecilan dan Kekinian

30 Dec 2025 | By Nurma Arum Wedding Market | 102

Selain resepsi pernikahan, ada juga beberapa pasangan yang memilih untuk membuat acara pesta pernikahan lainnya, yaitu ngunduh mantu. Acara ini sebenarnya merupakan tradisi adat Jawa, di mana pengantin yang sudah resmi menikah secara agama dan negara akan disambut secara resmi di keluarga mempelai pria. Jadi, lebih banyak orang tua pihak laki-laki yang menggelarnya.

Sesuai dengan tradisi adat Jawa lainnya yang penuh dengan prosesi, ngunduh mantu juga terdiri dari beberapa prosesi. Namun, kini sudah ada semakin banyak pasangan yang menyederhanakan acara ini menjadi lebih minimalis.

Tak hanya menyambut mempelai perempuan, kamu juga bisa menggunakan acara ini untuk mengundang orang-orang terdekat yang tidak sempat diundang di acara resepsi pernikahan. Untuk merencanakan lebih lanjut acara yang satu ini, simak penjelasan selengkapnya berikut ini, yuk!

Perbedaan ngunduh mantu dengan resepsi

Fotografi: Heartfelt Picture

Selain tujuan dari diadakannya acara ini, ada juga perbedaan yang lainnya antara acara ngunduh mantu dengan resepsi biasa. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.

1. Tujuan acara

Resepsi pernikahan biasa pada dasarnya adalah perayaan resmi pernikahan yang diselenggarakan oleh keluarga pengantin untuk mengumumkan dan merayakan ikatan pernikahan kepada khalayak luas. Acara ini biasanya menjadi momen utama setelah akad atau pemberkatan sehingga biasanya dibuat dalam skala besar dan sifatnya lebih terbuka. Sementara itu, ngunduh mantu memiliki tujuan yang lebih spesifik dan personal, yaitu penerimaan menantu oleh keluarga pihak laki-laki. Alih-alih fokus ke “menikah”, acara ini lebih fokus pada silaturahmi dan perkenalan menantu kepada keluarga besar dan lingkungan pihak pria.

2. Skala dan jumlah tamu

Resepsi pernikahan biasa umumnya melibatkan jumlah tamu yang jauh lebih besar, bisa ratusan hingga ribuan orang yang mengundang rekan kerja, relasi orang tua, dan kenalan yang sifatnya tidak terlalu dekat. Acara ngunduh mantu biasanya memiliki skala lebih kecil dan terbatas dengan tamu yang benar-benar memiliki hubungan dekat dengan keluarga mempelai pria. Karena itu, suasana ngunduh mantu cenderung lebih intim, santai, dan tidak terlalu ramai dibandingkan resepsi pernikahan yang utama.

3. Tingkat formalitas

Resepsi pernikahan biasa identik dengan rangkaian acara yang formal dan terstruktur, seperti prosesi masuk pengantin, sambutan resmi, sesi foto yang banyak, hingga hiburan. Sebaliknya, ngunduh mantu memiliki tingkat formalitas yang lebih rendah. Rundown biasanya dibuat lebih singkat, sambutan seperlunya, dan lebih menekankan makan bersama serta ngobrol santai. Hal ini membuat acara ngunduh mantu terasa lebih hangat dan tidak terlalu kaku.

4. Peran pengantin

Dalam resepsi pernikahan biasa, pengantin akan menjadi pusat perhatian utama. Semua rangkaian acara, dekorasi, hingga dokumentasi difokuskan pada mereka. Sementara itu, di acara ngunduh mantu, posisi pengantin lebih sebagai pendamping orang tua, bukan satu-satunya pusat acara. Perhatian utama justru sering tertuju pada orang tua pihak pria sebagai tuan rumah yang memperkenalkan menantu kepada keluarga dan tamu undangan.

5. Konsep dan dekorasi 

Resepsi pernikahan biasa biasanya menggunakan dekorasi lengkap dan tematik dengan pelaminan besar, dekorasi bunga melimpah, serta detail visual yang dirancang untuk kesan megah. Ngunduh mantu cenderung memakai dekorasi sederhana dan fungsional, cukup rapi dan representatif serta tidak harus glamor. Fokusnya adalah kenyamanan dan kehangatan, bukan kemewahan atau efek visual yang berlebihan.

6. Catering dan penyajiannya

Resepsi pernikahan yang biasa hampir selalu menggunakan catering besar dengan banyak pilihan menu untuk melayani tamu dalam jumlah besar pula. Sementara itu, ngunduh mantu lebih fleksibel dalam hal konsumsi, bisa berupa prasmanan sederhana, hidangan rumahan, set menu, atau bahkan jamuan makan bersama. Jumlah tamu yang lebih sedikit membuat kualitas dan rasa makanan justru bisa lebih diperhatikan.

7. Biaya dan prioritas anggaran

Resepsi pernikahan biasa membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar karena mencakup venue yang besar, dekorasi lengkap, catering massal, hiburan, dan tim vendor yang banyak. Acara ngunduh mantu relatif lebih hemat dengan alokasi dana yang fokus pada hal esensial, seperti kenyamanan tamu, makanan, dan suasana kekeluargaan. Banyak keluarga memilih ngunduh mantu sebagai solusi untuk tetap menjaga tradisi tanpa membebani finansial.

8. Makna dan sosial budaya

Secara budaya, resepsi pernikahan adalah pengumuman resmi kepada masyarakat luas bahwa dua orang telah menikah. Ngunduh mantu lebih bersifat internal keluarga dan lingkungan dekat sebagai simbol penerimaan menantu dan mempererat hubungan antar keluarga. Oleh sebab itu, ngunduh mantu sering kali terasa lebih emosional dan bermakna bagi keluarga inti meskipun tidak semegah resepsi utama.

Cara membuat ngunduh mantu kecil-kecilan yang kekinian

Fotografi: Venema Pictures

Meskipun biasanya ada beberapa prosesi adat, kamu bisa mengubah sedikit acara ini menjadi lebih kekinian dan cocok juga untuk para tamu muda yang belum sempat diundang sebelumnya. Berikut ini beberapa caranya.

1. Walau sederhana, tentukan konsep yang berkarakter

Ngunduh mantu kecil-kecilan justru akan terasa lebih “mahal” dan berkesan jika memiliki konsep yang jelas sejak awal. Konsep kekinian biasanya mengarah ke gaya intimate, hangat, dan tidak terlalu formal, misalnya garden party keluarga, jamuan makan siang di rumah, atau mini reception di restoran. Dengan konsep yang sederhana ini, semua keputusan mulai dari dekorasi, busana, hingga konsumsi akan terasa menyatu dan tidak terkesan setengah-setengah. Penting untuk memilih konsep yang sesuai dengan kepribadian keluarga besar agar acara terasa natural dan tidak dipaksakan mengikuti tren semata.

2. Batasi jumlah tamu secara realistis

Kunci utama ngunduh mantu adalah ketegasan dalam membatasi tamu. Fokuskan undangan pada keluarga inti, kerabat dekat, dan beberapa tetangga atau kolega yang memang memiliki kedekatan emosional. Dengan begini, suasana acara akan terasa lebih hangat dan personal, serta memungkinkan tuan rumah untuk benar-benar menyapa tamu satu per satu. Selain itu, membatasi jumlah tamu juga berdampak besar pada penghematan biaya tanpa harus mengorbankan kenyamanan atau kualitas acara.

3. Pilih lokasi yang fleksibel dan nyaman

Lokasi ngunduh mantu tidak harus gedung besar. Banyak keluarga kini memilih rumah sendiri, halaman rumah, rumah saudara, atau restoran semi-privat karena lebih fleksibel dan terasa akrab. Lokasi seperti ini memungkinkan terselenggaranya acara yang santai, tanpa adanya tekanan waktu yang terlalu ketat seperti di ballroom. Selain itu, lokasi yang familier bagi keluarga juga membuat orang tua dan kerabat senior merasa lebih nyaman, sementara generasi muda tetap bisa menikmati suasana modern.

4. Dekorasi minimalis dengan fokus titik utama

Dekorasi untuk ngunduh mantu sebaiknya tidak berlebihan, melainkan fokus pada beberapa titik penting seperti area penerimaan tamu, meja keluarga, dan spot foto sederhana. Untuk menunjukkan tren kekinian, gunakan warna netral, bunga segar secukupnya, kain lembut, dan pencahayaan hangat. Dekorasi minimalis ini justru membantu menciptakan kesan elegan dan rapi, serta membuat ruangan tidak terasa penuh. Dengan fokus pada kualitas daripada kuantitas, dekorasi kecil pun tetap terlihat estetik di foto.

5. Susun rundown yang singkat dan padat

Ngunduh mantu kecil-kecilan tidak membutuhkan rangkaian acara panjang. Rundown ideal biasanya terdiri dari penyambutan tamu, doa atau sambutan singkat, makan bersama, lalu ramah tamah. Acara yang terlalu lama justru membuat suasana menjadi canggung dan melelahkan, apalagi jika tamu sebagian besar adalah keluarga. Dengan rundown yang singkat, tamu bisa menikmati momen kebersamaan tanpa merasa terbebani formalitas yang berlebihan, sesuai dengan semangat kekinian yang lebih santai dan humanis.

6. Sajikan menu yang familier tapi lezat

Untuk catering, ngunduh mantu lebih cocok menggunakan menu yang familier bagi keluarga, tapi disajikan dengan kualitas yang baik. Sajian ini bisa berupa prasmanan sederhana, set menu, atau hidangan rumahan premium yang disukai banyak orang. Menu kekinian bukan berarti harus makanan internasional. Kamu bisa memilih menu yang disajikan dengan rapi, memiliki rasa yang konsisten, dan porsi yang cukup. Makan bersama menjadi momen utama ngunduh mantu sehingga kualitas makanan akan sangat menentukan kesan keseluruhan acara.

7. Busana keluarga yang serasi dan tidak kaku

Busana untuk acara unduh mantu kecil-kecilan sebaiknya serasi. Kalian tidak harus menggunakan pakaian adat lengkap. Banyak keluarga kini memilih warna senada atau dress code sederhana seperti earth tone, pastel, atau warna netral. Konsep ini membuat tampilan keluarga tetap kompak di foto, tapi tidak terasa terlalu formal atau “berat”. Busana yang nyaman juga membantu semua anggota keluarga menikmati acara dan tidak merasa bahwa acara terlalu kaku karena pakaian yang terlalu resmi.

Meskipun berasal dari tradisi Jawa, ngunduh mantu bisa dibuat dengan lebih sederhana dan kecil-kecilan saja. Kamu bahkan bisa membuatnya menjadi pesta pernikahan intimate yang hangat. Untuk membantu mewujudkannya, kamu bisa menggunakan jasa wedding organizer yang daftar rekomendasinya bisa kamu cek di sini!


Cover | Fotografi: Heartleft Picture


Artikel Terkait



Artikel Terbaru