Merencanakan pernikahan di era global seperti sekarang sering kali membuat pasangan memilih bahasa asing untuk undangan. Entah karena latar belakang pasangan multikultural maupun sekadar ingin tampil modern dan elegan. Baik bahasa Inggris, Arab, atau Mandarin, setiap bahasa memiliki aturan tersendiri yang harus dipahami supaya pesan undangan tetap sopan dan tepat makna.
Karena itu, penggunaan bahasa asing butuh perhatian ekstra, terutama soal pemilihan kata dan nuansa bahasa, agar tidak terjadi salah arti akibat terjemahan mentah. Selain itu, kenyamanan tamu yang mungkin tidak fasih juga perlu dipertimbangkan lewat opsi undangan dwi-bahasa. Lewat artikel ini, kamu akan menemukan panduan lengkap menyusun undangan berbahasa asing agar momen spesialmu tersampaikan dengan indah dan berkelas.
1. Menentukan Gaya Bahasa: Formal atau Kasual?
Langkah krusial sebelum menyusun undangan adalah menentukan tingkat formalitas acara karena hal ini mendikte gaya bahasa yang digunakan. Dalam bahasa Inggris misalnya, terdapat perbedaan nyata antara gaya black tie yang resmi dan rustic yang santai. Untuk acara megah, frasa baku seperti “request the honour of your presence” sangat disarankan, sedangkan untuk pesta kebun yang intim, kalimat hangat seperti “joyfully invite you to share in our celebration” lebih tepat.
Yang tak kalah penting, pastikan tone undangan tetap konsisten agar tamu tidak bingung. Hindari mencampur gaya bahasa formal dengan istilah slang. Prinsip ini juga berlaku pada bahasa lain seperti Perancis atau Jepang, di mana pemahaman terhadap audiens menjadi kunci agar undangan terasa natural, sopan, dan tidak terdengar seperti hasil terjemahan kaku.
2. Memahami Struktur Undangan Pernikahan Internasional Standar
Struktur undangan pernikahan internasional memang agak berbeda dari format undangan Indonesia yang biasanya menyantumkan nama keluarga besar secara rinci. Dalam tradisi Barat, baris pertama biasanya didedikasikan untuk host atau tuan rumah yang menyelenggarakan acara—bisa orang tua mempelai atau kedua mempelai sendiri.
Jika orang tua yang mengundang, undangan biasanya dibuka dengan menyebut nama mereka yang “request the honour of your presence” pada pernikahan putra/putri mereka. Namun, gaya modern yang lebih populer menggunakan frasa “together with their families” atau “together with their parents”. Kalimat ini terasa lebih hangat karena menempatkan kedua keluarga dan pasangan pengantin pada posisi yang setara dalam menyambut tamu.
Selanjutnya, undangan diikuti oleh kalimat ajakan, nama kedua mempelai sebagai fokus utama (tanpa gelar panjang yang berlebihan), lalu detail waktu dan lokasi acara yang ditulis lengkap agar mudah dibaca. Dalam undangan berbahasa Inggris, nama mempelai wanita umumnya disebut lebih dulu, kecuali pada tradisi tertentu. Dengan struktur yang rapi dan runtut seperti ini, tamu internasional bisa langsung menangkap informasi penting dengan cepat tanpa merasa lelah membaca teks yang terlalu ramai.
3. Etika Penulisan Gelar dan Nama Tamu dalam Bahasa Asing
Penulisan nama dan gelar dalam undangan pernikahan bahasa asing memang perlu perhatian ekstra, karena setiap budaya punya standar kesopanan yang berbeda. Dalam format Inggris formal, penggunaan titel seperti Mr. atau Dr. bersifat wajib dengan penulisan nama lengkap. Sementara itu, banyak pasangan modern kini memilih mencantumkan nama masing-masing secara utuh tanpa dilebur, sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas pribadi.
Kalau tamu yang diundang berasal dari berbagai negara, luangkan waktu untuk mengecek gelar yang tepat. Misalnya di Jerman yang memiliki tradisi akademik cukup detail karena kesalahan penulisan nama atau titel bisa dianggap kurang sopan. Supaya lebih aman, pastikan guest list diverifikasi ulang sebelum undangan dicetak atau dikirim.
4. Nuansa Religius dalam Bahasa Arab untuk Undangan Islami
Bagi pasangan Muslim yang menginginkan nuansa Islami yang kuat, memasukkan bahasa Arab dalam undangan menjadi pilihan utama, terutama untuk bagian pembukaan, doa, dan ucapan berkah. Frasa Bismillahirrahmanirrahim sering ditempatkan di paling atas dalam bentuk kaligrafi indah sebagai simbol permohonan berkah dari Allah.
Namun, pertimbangkan etika penyimpanan undangan—banyak ulama menyarankan menggunakan terjemahan Latin atau doa umum jika khawatir undangan berakhir di tempat sampah, serta menambahkan himbauan sopan agar undangan disimpan dengan hormat atau didaur ulang secara benar.
Istilah khusus seperti Walimatul Ursy, Akad Nikah, atau Resepsi Pernikahan sebaiknya ditulis dengan transliterasi baku untuk memudahkan pembaca yang tidak fasih membaca huruf Arab. Pilih doa yang populer dan mudah diaminkan, misalnya doa Nabi Muhammad SAW untuk keberkahan pengantin dalam suka duka. Dengan pemilihan kata dan visual yang tepat—termasuk font kaligrafi Arab yang elegan dan tetap terbaca—bahasa Arab tidak hanya mempercantik undangan, tetapi juga menegaskan makna pernikahan sebagai ibadah yang penuh nilai spiritual.
5. Simbolisme dan Tradisi dalam Undangan Bahasa Mandarin
Undangan bahasa Mandarin kaya akan simbolisme, seperti karakter Shuang Xi (囍) yang wajib ada sebagai lambang kebahagiaan ganda. Urutan penulisan nama keluarga dan leluhur pun tidak bisa sembarangan, karena mencerminkan nilai bakti dan penghormatan dalam budaya Tionghoa.
Dari sisi visual, kombinasi kertas merah dengan aksen emas dipercaya paling membawa keberuntungan, sementara warna hitam dan putih sebaiknya dihindari karena identik dengan suasana duka. Penulisan tanggal acara pun kerap menyertakan kalender lunar. Karena setiap aksara Hanzi memiliki arti yang sangat spesifik, meminta bantuan orang tua atau tetua keluarga untuk melakukan proofreading adalah langkah bijak agar terhindar dari kesalahan makna yang sensitif.
6. Format Tanggal dan Waktu yang Sering Menyebabkan Kebingungan
Salah satu kesalahan paling sering terjadi pada undangan bahasa asing adalah format penulisan tanggal yang berbeda antar negara. Amerika Serikat menggunakan Month-Day-Year, sementara Inggris, sebagian besar Eropa, dan Indonesia mengadopsi Day-Month-Year. Menulis hanya angka seperti 08/12/2026 bisa fatal karena tamu dari negara berbeda akan membacanya sebagai Agustus atau Desember.
Solusi paling aman dan elegan adalah menuliskan nama bulan secara penuh, misalnya Saturday, the twelfth of August two thousand and twenty-six. Untuk waktu, gunakan sistem AM/PM dalam bahasa Inggris (contoh: at four o’clock in the afternoon) agar terdengar lebih formal dan puitis, sedangkan di Eropa kontinental sistem 24 jam lebih umum. Pastikan konsistensi satu format di seluruh undangan dan tambahkan keterangan timezone jika mengundang tamu dari luar negeri.
7. Istilah Dress Code Internasional yang Perlu Dipahami
Menentukan dress code dalam bahasa asing sering membingungkan karena setiap istilah memiliki arti yang sangat spesifik di dunia mode internasional. Black Tie berarti pria wajib mengenakan tuxedo dan wanita gaun malam panjang—bukan sekadar jas hitam biasa. Jika menginginkan formal tapi lebih fleksibel, gunakan Formal atau Black Tie Optional. Untuk suasana garden party yang rapi namun nyaman, Smart Casual, Cocktail Attire, atau Garden Attire menjadi pilihan tepat.
Jangan ciptakan istilah baru yang tidak baku karena berisiko membuat tamu salah kostum. Jika ada tema warna khusus, tulis secara eksplisit, misalnya Attire: Formal in shades of navy and gold. Letakkan informasi ini di bagian bawah undangan atau pada kartu terpisah agar tidak mengganggu estetika utama. Kejelasan dress code membantu tamu mempersiapkan diri dengan baik dan merasa lebih percaya diri saat hadir.
8. Pentingnya RSVP dalam Budaya Pernikahan Internasional
Budaya RSVP (Répondez s’il vous plaît) sangat dijunjung tinggi dalam pernikahan Barat, berbeda dengan Indonesia yang cenderung lebih fleksibel. Dalam undangan bahasa asing, instruksi RSVP adalah elemen wajib karena terkait langsung dengan perhitungan katering sit-down dinner yang akurat. Gunakan kalimat tegas namun sopan seperti The favour of your reply is requested by [tanggal] atau Kindly RSVP by [tanggal].
Tamu dari budaya Barat biasanya sangat disiplin mematuhi tenggat waktu sebagai bentuk penghormatan. Sediakan metode respons yang jelas: kartu balasan, email, situs web pernikahan, atau kode QR. Untuk tamu internasional, opsi digital paling praktis. Jangan lupa sertakan pertanyaan tentang dietary requirements (alergi, vegetarian, halal, dll.) agar tuan rumah bisa mengakomodasi kebutuhan tamu dengan baik—ini adalah standar keramahan global.
9. Cara Menghindari Kesalahan Terjemahan Mesin (Google Translate)
Di tengah kemudahan teknologi, memakai mesin penerjemah seperti Google Translate memang terasa praktis. Tetapi untuk undangan pernikahan yang sakral, ini adalah larangan keras. Mesin sering gagal menangkap konteks budaya, nuansa kesopanan, serta idiom, sehingga hasilnya terdengar kaku, tidak alami, atau bahkan lucu dan tidak pantas. Frasa Indonesia seperti “Turut mengundang” tidak bisa diterjemahkan secara harfiah karena struktur ajakan dalam bahasa asing berbeda.
Solusi terbaik adalah menyewa jasa penerjemah profesional atau meminta masukan dari native speaker yang paham konteks budaya. Biarkan mereka membaca draft dan menilai apakah kalimat terdengar sopan serta mengalir natural. Anggap saja ini sebagai investasi kecil demi ketenangan hati—karena satu kesalahan bahasa yang tercetak di ratusan undangan bisa meninggalkan kesan yang kurang menyenangkan untuk waktu yang lama.
10. Opsi Undangan Bilingual atau Dua Bahasa
Bagi pasangan beda kewarganegaraan atau yang memiliki keluarga konservatif sekaligus ingin tampil modern, undangan bilingual adalah solusi ideal. Tantangan utama adalah tata letak agar tidak terlihat penuh sesak. Anda bisa membagi halaman menjadi dua kolom paralel (satu bahasa Indonesia, satu bahasa asing), atau menggunakan desain bolak-balik (depan bahasa Indonesia, belakang bahasa asing).
Pastikan jenis huruf untuk kedua bahasa seimbang dan harmonis, terutama saat menggabungkan aksara Latin dengan Arab atau Hanzi. Ukuran font sebaiknya setara untuk menunjukkan penghormatan yang sama terhadap kedua budaya. Manfaatkan white space secara cerdas agar undangan tetap terlihat bersih, elegan, dan mudah dibaca tanpa membuat tamu pusing melihat teks yang bertumpuk.
11. Memilih Font yang Sesuai dengan Karakter Setiap Bahasa
Setiap bahasa memiliki karakter visual unik yang harus didukung oleh pemilihan font yang tepat agar mudah dibaca sekaligus estetis. Untuk bahasa Inggris bergaya klasik, font Script atau Serif yang mengalir memberikan kesan romantis dan timeless. Gaya modern minimalis lebih cocok dengan Sans Serif yang tegas dan bersih.
Untuk bahasa dengan aksara khusus (Arab, Hanzi, Cyrillic, dll.), gunakan font yang benar-benar mendukung seluruh karakter agar tidak muncul simbol kotak (tofu). Batasi jumlah jenis font maksimal dua atau tiga per halaman untuk membedakan nama mempelai, isi utama, dan detail acara. Keterbacaan harus selalu menjadi prioritas utama, terutama pada tanggal, waktu, dan lokasi. Jika menggunakan kaligrafi tangan, pastikan seniman memahami alur penulisan bahasa asing dengan baik agar goresan terlihat luwes dan profesional—kesalahan kecil saja akan terlihat jelas oleh penutur asli.
12. Sentuhan Akhir dan Pengecekan Kualitas
Sebelum masuk ke tahap produksi massal, mintalah satu sampel cetak atau dummy untuk melihat hasil akhirnya secara fisik dan mendetail. Periksa kembali setiap huruf, tanda baca, dan spasi dalam bahasa asing tersebut dengan teliti, karena kesalahan kecil di layar komputer seringkali luput dari mata namun terlihat jelas di atas kertas.
Perhatikan apakah tinta emas pada aksara Mandarin sudah berkilau sempurna, atau apakah harakat pada tulisan Arab sudah tercetak jelas dan tidak terpotong oleh desain pinggiran. Kualitas kertas dan teknik pencetakan seperti letterpress atau embossing juga akan sangat mempengaruhi keterbacaan teks berbahasa asing yang mungkin memiliki garis-garis tipis.
Undangan pernikahan bisa dibilang sebagai “perkenalan pertama” acaramu kepada para tamu. Pemilihan bahasa asing yang tepat akan langsung memberi kesan elegan dan berkelas sejak awal. Karena itu, detail sekecil apa pun patut diperhatikan—sebab kesalahan kecil pada undangan justru bisa jadi bahan obrolan yang kurang menyenangkan. Dengan mengikuti panduan di atas, kamu bisa menghadirkan undangan yang bukan hanya jelas dan informatif, tapi juga mampu merangkul perbedaan budaya lewat rangkaian kata-kata yang hangat, sopan, dan indah.
Jika kamu membutuhkan referensi vendor undangan yang berpengalaman dalam menangani naskah bahasa asing atau mencari inspirasi desain bilingual yang estetik, WeddingMarket menyediakan direktori lengkap yang siap membantumu mewujudkan undangan pernikahan impian yang sempurna tanpa cela. Cek selengkapnya di sini ya!
Cover | Undangan: Trouvaille Invitation