Your Smart Wedding Platform

Begini Etika Mengirim Uang atau Kado Saat Tidak Bisa Hadir ke Acara Pernikahan

09 Jan 2026 | By Nurma Arum Wedding Market | 28

Kehadiran seorang tamu di acara pernikahan merupakan sebuah hal yang dinanti-nantikan oleh pengantin, apalagi jika jumlah tamu sedikit. Tamu yang diundang berarti adalah orang-orang terpilih yang dianggap paling dekat dengan mereka. Namun, sebagian orang mungkin sudah memiliki agenda atau acara lain yang lebih mendesak sehingga tidak bisa menghadiri undangan pernikahan ini.

Meskipun tidak  bisa menghadiri acara pernikahan secara fisik, kamu tetap bisa, kok, mengirim uang sumbangan atau kado pernikahan sebagai bentuk apresiasi karena sudah diundang. Tak hanya itu, ada beberapa alasan lain kenapa kamu sebaiknya mengirim uang atau kado. Namun, tetap lakukan dengan cara yang benar, ya. Untuk mengetahui penjelasan selengkapnya, simak artikel berikut ini, yuk!

Alasan untuk tetap mengirim uang atau kado

Source: Pexels/Cup of Couple

Jika kamu masih ragu-ragu dan merasa malu karena tidak bisa datang ke acara pernikahan, alasan berikut ini mungkin akan meyakinkanmu untuk tetap mengirim uang sumbangan atau kado pernikahan.

1. Sebagai bentuk penghormatan atau momen sakral

Undangan pernikahan pada dasarnya adalah bentuk penghormatan dari tuan rumah kepada kita. Mereka melibatkan kita dalam salah satu momen paling penting dalam hidup mereka. Ketika tidak bisa hadir, mengirim uang atau kado menjadi cara halus untuk tetap menghargai undangan tersebut dan menunjukkan bahwa kita memandang pernikahan mereka sebagai momen yang penting dan layak dirayakan meskipun dari kejauhan.

2. Menunjukkan rasa ikut berbahagia

Pernikahan tidak berhenti di acara resepsi saja, tetapi justru titik awal kehidupan baru bagi dua orang. Dengan mengirimkan uang atau kado, kita menyampaikan pesan emosional bahwa kita turut bersukacita atas kebahagiaan mereka. Cara ini juga menjadi simbol kehadiran batin, “Aku tidak datang secara fisik, tapi aku hadir dalam doa dan niat baik.” Bagi pengantin, perhatian seperti ini bisa terasa menguatkan dan mengharukan.

3. Bentuk dukungan untuk awal kehidupan rumah tangga

Di balik makna simbolis, uang atau kado juga memiliki nilai praktis. Pasangan pengantin akan menghadapi banyak kebutuhan baru setelah menikah. Pemberian sekecil apa pun darimu bisa menjadi bentuk dukungan nyata untuk membantu mereka memulai fase kehidupan tersebut. Inilah sebabnya hadiah pernikahan sering dipandang bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai wujud gotong royong dan kepedulian.

4. Menghindari rasa sungkan di kemudian hari

Banyak orang merasa tidak nyaman ketika bertemu kembali dengan pengantin karena tidak hadir dan tidak memberikan apa pun untuk pernikahan mereka. Dengan mengirimkan uang atau kado sejak awal, beban perasaan tersebut dapat dihindari. Hubungan pun tetap terasa ringan dan natural tanpa ada rasa canggung atau perasaan “berutang perhatian”.

Tips mengirim uang atau kado pernikahan

Source: Pexels/ Diana Light

Meskipun hanya memilih dan mengirim saja, tetap ada beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan agar pengiriman uang maupun kado pernikahan terasa lebih bijak dan sopan.

1. Dahului dengan ucapan maaf yang tulus

Hal paling mendasar ketika tidak bisa hadir adalah menyampaikan ucapan selamat sekaligus permohonan maaf secara personal. Jangan langsung mengirim uang atau kado tanpa kata-kata apapun karena bisa terkesan dingin atau terlalu formal. Ucapan ini sebaiknya disampaikan melalui pesan pribadi, bukan hanya lewat komentar media sosial agar terasa lebih tulus. Jelaskan secara singkat alasan ketidakhadiran tanpa perlu terlalu detail atau terkesan mencari pembenaran. Nada pesan sebaiknya hangat, penuh doa, dan menunjukkan bahwa meskipun fisik tidak hadir, perhatian dan rasa bahagia atas pernikahan mereka tetap ada.

2. Perhatikan waktu pengiriman

Waktu pengiriman sangat memengaruhi kesan. Idealnya, uang atau kado dikirim sebelum hari-H atau maksimal di hari pernikahan berlangsung. Mengirim terlalu jauh setelah acara selesai bisa terkesan “menyusul” atau sekadar formalitas, kecuali memang ada alasan khusus yang disampaikan sebelumnya. Jika mengirim sebelum hari-H, hal ini justru membantu pengantin, terutama bila mereka sedang mempersiapkan banyak kebutuhan. Apabila terpaksa mengirim setelah acara, sebaiknya sertakan pesan yang menjelaskan keterlambatan tersebut agar tidak menimbulkan salah paham.

3. Pilih bentuk pemberian yang sesuai

Etika juga berkaitan dengan seberapa dekat hubunganmu dengan pengantin. Untuk kerabat dekat atau sahabat, mengirim uang biasanya dianggap lebih praktis dan fleksibel karena dapat digunakan sesuai kebutuhan awal pernikahan. Namun, untuk hubungan yang lebih formal seperti rekan kerja atau relasi bisnis, kado fisik yang netral dan sopan juga bisa menjadi pilihan yang baik. Yang terpenting bukan soal nilai atau bentuknya, tapi kesesuaian dan niat baik di balik pemberian tersebut. Hindari kado yang terlalu personal jika hubungan tidak terlalu dekat, ya.

4. Gunakan cara pengiriman yang aman dan sopan

Jika mengirim uang, transfer bank atau dompet digital yang umum digunakan adalah pilihan paling aman dan praktis. Pastikan nama pengirim jelas agar tidak membingungkan penerima. Untuk kado fisik, kirimkan ke alamat yang tepat, bisa ke rumah pengantin atau rumah orang tua mereka. Jangan lupa perhatikan waktu pengiriman agar tidak mengganggu kesibukan hari-H. Sertakan kartu ucapan atau pesan singkat agar pengantin tahu siapa pengirimnya dan apa maksud baik di balik kado tersebut. Mengirim tanpa identitas akan membuat pengantin sungkan atau kebingungan.

5. Pilih nominal atau kado yang wajar

Tidak ada nominal tertentu yang ditetapkan untuk memberikan uang sumbangan. Namun, kebijaksanaan tetap diperlukan. Jangan menjadikan pemberian sebagai ajang pembanding atau merasa harus “menyamai” orang lain. Sesuaikan dengan kemampuan finansial dan kedekatan hubungan. Memberi dengan ikhlas dan tenang jauh lebih bermakna daripada memberi besar, tetapi dengan beban atau ekspektasi tertentu. Ingat, saat kamu tidak bisa hadir, kado ini akan menjadi simbol perhatian dan doa sehingga nilainya tidak perlu dilebih-lebihkan.

6. Hindari sikap seolah-olah menebus ketidakhadiran

Meskipun kamu menggunakan uang atau kado yang dikirimkan untuk menghindari rasa sungkan dan bentuk menghormati walau tidak bisa hadir, bukan berarti kamu bisa menggunakannya sebagai senjata untuk menggantikan ketidakhadiranmu. Oleh karena itu, hindari kalimat atau sikap yang terkesan merasa bersalah berlebihan, seperti menekankan bahwa kamu tidak datang “tapi, kan, sudah kirim ini”. Fokuskan pesan pada kebahagiaan pengantin, doa untuk rumah tangga mereka, dan harapan baik ke depan. Sikap yang tulus dan ringan justru akan membuat pengantin merasa dihargai, bukan canggung.

7. Tetap jaga hubungan meskipun acara selesai

Etika yang baik tidak berhenti saat kado atau uang terkirim. Jika memungkinkan, sempatkan menyapa kembali setelah acara, misalnya dengan menanyakan kabar atau mengucapkan selamat sekali lagi. Tindakan kecil ini bisa menunjukkan bahwa perhatianmu bukan sekadar formalitas acara, tetapi benar-benar peduli pada kehidupan baru yang mereka jalani. Bagi pengantin, hal ini akan terasa jauh lebih hangat daripada sekadar menerima hadiah.

Mengirimkan uang sumbangan atau kado pernikahan saat kamu tidak bisa hadir menunjukkan perhatianmu kepada pengantin. Barang ini juga bisa menandakan bahwa kamu ikut berbahagia dan hari pernikahan mereka merupakan momen penting yang kamu perhatikan. 

Untuk tips seputar pernikahan lainnya, jangan lupa untuk selalu mengecek artikel-artikel bermanfaat di WeddingMarket, ya!


Cover | Source: Pexels/ Antoni Shkraba Studio



Artikel Terkait



Artikel Terbaru